Menhaj Gus Irfan: Petugas Haji Terbaik Bisa Kembali Bertugas Tahun Depan

Senin, 12 Januari 2026 | 13:48:51 WIB
Menhaj Gus Irfan: Petugas Haji Terbaik Bisa Kembali Bertugas Tahun Depan

JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa petugas haji yang menunjukkan kinerja baik pada musim haji 1447 H/2026 M akan mendapatkan penghargaan berupa kesempatan untuk kembali bertugas pada musim haji tahun berikutnya. 

Hal ini disampaikan oleh Gus Irfan saat membuka rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Haji 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Irfan menegaskan bahwa meskipun ada penghargaan bagi petugas yang berprestasi, pihaknya juga tidak segan memberikan sanksi kepada calon petugas yang tidak disiplin selama diklat atau saat bertugas nanti. Dalam upaya menjaga kualitas pelayanan, Menhaj menekankan bahwa sistem reward and punishment akan diterapkan dalam seleksi dan penugasan petugas haji.

“[Petugas haji] bisa dipakai lebih dari satu kali, dengan catatan rapor Anda bagus. Kami menilai siapa yang layak jadi petugas dua kali, kalau perlu tiga kali,” ujar Irfan.

Apresiasi untuk Petugas Haji yang Berkomitmen

Menurut Gus Irfan, pemberian kesempatan bertugas lebih dari satu kali adalah bentuk penghargaan bagi petugas haji yang telah menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam melayani jemaah haji Indonesia. Ia menekankan pentingnya pemilihan petugas yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan pengetahuan, tetapi juga memiliki hati yang tulus dalam melaksanakan tugasnya.

“Ini adalah apresiasi kami jika menjalankan tugas dengan baik,” ujarnya, menambahkan bahwa penghargaan ini akan diberikan bagi mereka yang memiliki integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelayan jemaah haji.

Calon Petugas Haji Diminta Niatkan Tugas Sebagai Pengabdian

Dalam kesempatan yang sama, Menhaj juga meminta para calon petugas haji yang mengikuti diklat pada 10—30 Januari 2026 untuk membulatkan niat bahwa mereka terpilih untuk menjadi petugas yang melayani para tamu Allah SWT. Irfan mengingatkan bahwa tugas sebagai petugas haji bukanlah sekadar kesempatan untuk beribadah, tetapi juga untuk mengutamakan pelayanan kepada jemaah haji.

“Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji, berangkat sebagai pelayan tamu Allah. Anda berangkat dengan uang umat, uang masyarakat, uang APBN, jangan sia-siakan [dengan tidak memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji],” tegas Irfan.

Pelatihan Fisik dan Pengetahuan untuk Petugas Haji

Sebanyak 1.458 calon petugas haji 2026 sudah memulai diklat yang akan berlangsung selama tiga pekan, yakni dari 10—30 Januari 2026. Petugas haji yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini akan dilatih untuk melaksanakan tugas sebagai Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD), serta Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat.

Menurut Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah, Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi, latihan pertama yang akan dilakukan adalah latihan fisik melalui olahraga rutin dan baris-berbaris. “Ibadah haji itu 90% adalah ibadah fisik, jadi petugasnya harus lebih kuat daripada jamaah,” kata Dendi.

Selain latihan fisik, para calon petugas juga akan menerima pelatihan pengetahuan terkait ibadah haji, keterampilan yang diperlukan sebagai petugas, serta bahasa Arab yang digunakan dalam kegiatan ibadah. Pelatihan ini juga mencakup prosedur dan pelaksanaan ibadah haji, kesehatan dasar, serta tugas spesifik sesuai dengan posisi masing-masing, seperti unit transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, pendamping lansia, perlindungan jamaah, dan media center haji.

Pembekalan Berdasarkan Penempatan Tugas

Selain itu, para calon petugas akan menjalani pelatihan sesuai dengan penempatan tugas mereka di Arab Saudi, seperti di bandara, Madinah, dan Mekkah. Pelatihan ini bertujuan agar petugas haji memiliki ikatan kuat karena mereka akan bekerja bersama-sama selama masa tugas di Tanah Suci.

Lebih dari 11.000 orang mendaftar sebagai calon petugas haji 1447 H/2026 M, menjadikan angka pendaftarannya yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Dari ribuan pendaftar tersebut, hanya 1.458 orang yang terpilih untuk menjalani diklat dan kemudian bertugas sebagai petugas haji pada musim haji 2026.

Menjaga Kualitas Pelayanan Haji

Proses seleksi dan pelatihan yang ketat ini diharapkan dapat menghasilkan petugas haji yang tidak hanya profesional dalam melaksanakan tugasnya, tetapi juga memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia. Hal ini sangat penting agar ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan penuh berkah bagi seluruh jemaah.

Dengan penghargaan dan sanksi yang diterapkan, Gus Irfan berharap para petugas haji 2026 dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada jemaah, serta menjaga kualitas ibadah haji Indonesia di mata dunia. Para petugas haji yang terpilih diharapkan dapat menjadi contoh teladan dalam menjalankan tugas suci ini.

Terkini